BohanFood Sehat


Minggu 2

Perlukah Manis?


Bagaimana kabarnya para sahabat Bohan yang manis semua? Semoga para sahabat muslim bisa menjalankan ibadah puasanya dengan baik dan lancar. Selama bulan Ramadhan, biasanya godaan untuk makan yang manis-manis banyak sekali ya. Apalagi ketika berbuka puasa. Nah, kali ini dokter Bohan ingin mengingatkan agar sahabat semua tetap menjaga asupan ‘manis’nya jangan berlebih, Untuk menjaga agar badan bisa tetap fit, dan lebih kuat untuk mempertahankan puasanya, sebaiknya jangan mengonsumsi terlalu banyak yang manis-manis. Badan kita tidak membutuhkan banyak gula sederhana, yang dibutuhkan adalah gula kompleks. Dalam artikel-artikel sebelumnya dr. Bohan sudah menjelaskan mengenai karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Untuk mempermudah, gula sederhana itu yang manis-manis, seperti gula pasir, termasuk yang kita dapatkan dari kue manis dan lainnya. Mari kita bahas lebih lanjut.

Jika kita mengonsumsi gula manis banyak tanpa diseimbangi dengan mengonsumsi gula kompleks yang cukup, maka gula di darah akan cepat menurun. Mengonsumsi gula manis akan membantu di situasi dimana gula darah kita sedang rendah dan butuh segera untuk dinaikkan. Tanda-tandanya biasanya kita merasa gemetaran seluruh badan, keringat dingin, pusing, lemas, dan terasa mau pingsan atau bahkan pingsan. Saat itu kita butuh segera menaikkan gula darahnya. Namun jika konsumsinya berlebih, badan akan bereaksi untuk segera menurunkan kadar gula di dalam darahnya tersebut. Maka untuk menjaga kestabilan gula di darah, perlu dijaga asupan karbohidrat kompleks yang cukup, diimbangi dengan asupan lemak dan protein yang cukup juga. Hal ini dapat membantu badan lebih tahan dan fit selama berpuasa. Dan jangan lupa juga untuk memastikan asupan cairan tetap terpenuhi dengan baik ya selama berpuasa.

So, be sweet but don’t overeat sweets!!