• Benih

Benih sumber adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memproduksi benih yang merupakan kelas-kelas benih meliputi benih inti, benih penjenis, benih dasar dan benih pokok. Benih bermutu dari varietas unggul merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan produksi di bidang pertanian, tidak terkecuali cabai. Produktivitas varietas hibrida lebih tinggi dibandingkan dengan tetuanya. Benih kami terdiri dari benih impor dengan brand “Royal seed” dan benih lokal dengan brand “Motekar”. Keunggulan benih-benih kami salah satunya yaitu karena telah sesuai dengan SK benih dari kementerian Pertanian. Saat ini terdapat 3 jenis benih yang sudah terdaftar yaitu: · Gunung Gede F1 (cabai besar) (Import) Cabai ini cocok untuk dataran rendah-tinggi, estimasi waktu panen yang baik 98-101 hari, dan memiliki potensi hasil panen yang tinggi 22.81 – 24.25 ton/ha. · Long Chili F1 (cabai panjang) (Import) Cabai jenis ini cocok untuk dataran menengah-tinggi, estimasi waktu panen 82-85 hari setelah tanam, memiliki potensi hasil panen yang 14.68 – 15.48 ton/ha. · Pancanaka F1 (cabai rawit) (Lokal) Cabai jenis ini cocok untuk dataran rendah-menengah, memiliki rasa ekstra pedas, estimasi waktu panen 111-112 hari, dan memiliki potensi hasil panen 12,16 ton/ha. Selain itu perusahaan kami, PT. Agro Farmaka Nusantara. telah memperoleh sertifikasi HACCP dari badan sertifikasi yang terakreditasi secara nasional. Oleh karenanya dengan ini kami menjamin bahwa praktek GMP telah secara baik diaplikasikan untuk menghasilkan produk yang bermutu baik.

• Pupuk Organik

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Persyaratan teknis minimal pupuk organik menurut Permentan No.70 Tahun 2011 antara lain kandungan C – organik minimal 15%; Nitrogen & Phosphor 3-6%, dan pH 4-9. Hal-hal baik dan persyaratan tersebut di atas telah dipenuhi dan merupakan standard dari produk kami. Standard yang baik pada produk kami dibuktikan dengan telah diperolehnya nomor daftar dari Departemen Pertanian yang tertera pada kemasan. Pupuk organik kami juga telah memperoleh nomor daftar dari Departemen Pertanian yang tertera pada kemasan.

• Sayur & Buah

Sayur dan buah adalah bahan pangan yang kaya akan serat sehingga baik bagi pencernaan. Ciri-ciri mutu sayur maupun buah yang baik adalah berwarna sama seperti warna asli segarnya. Memiliki tekstur baik, dalam arti tidak terlalu keras yang menandakan belum matang dan tidak terlalu lunak pertanda terlampau matang/ over ripe. Bentuk utuh atau tidak terbelah/terpotong. Tidak terdapat kotoran fisik (e.g. tanah) atau hama tanaman (e.g. cacing). Untuk itu, agar mutu keamanan pangan dari produk yang diterima konsumen akhir memiliki karakteristik yang baik, perusahaan kami telah menerapkan system management mutu melalui cara penanganan yang baik dari awal hingga akhir proses. Pada sayuran dan buah, perlu diperhatikan penggunaan pestisida yang dapat terkandung di produk akhir. Pestisida yang digunakan haruslah pestisida yang diizinkan oleh pemerintah. Kandungan pestisida pada produk juga tidak boleh melebihi batas maksimum yang diizinkan. Untuk memastikan hal tersebut, perusahaan kami melakukan penanganan dan pengolahan yang baik (e.g. pembersihan, dll) serta melakukan pengecekan berkala di laboratorium terakreditasi.

• Olahan Sayur & Buah

Berbicara mengenai olahan sayur & buah, produk yang ditawarkan adalah sayuran dan buah baku. Pada umumnya ciri-ciri mutu sayur maupun buah yang baik untuk diterima konsumen, adalah tidak jauh berbeda. Hanya saja bentuk yang diterima sudah dalam potongan tertentu yang seragam. Produk sayuran beku kami memiliki bentuk yang seragam pada setiap jenisnya. Teknik pembekuan yang dilakukan menggunakan air blast freezing yang akan mencegah kehilangan kualitas produk akibat perbedaan kerusakan sel. Kerusakan sel dapat terjadi akibat pembekuan konvensional yang menyebabkan peningkatan volume dari produk dan menyebabkan kerusakan jaringan. Penggunaan air blast freezing akan menghasilkan kecepatan pembekuan yang tidak jauh berbeda antara permukaan dan bagian dalam produk makanan sehingga pembentukan kristal es akan homogen pada bagian permukaan dan bagian dalam produk makanan. Hal ini merupakan salah satufaktor yang dapat menjaga kualitas produk sayuran dan buah beku kami.

• Tangkapan Ikan & Cumi

Perusahaan kami juga melakukan kegiatan di bidang hulu pada bidang perikanan yaitu penangkapan ikan & cumi. Di sini kami juga menerapkan persyaratan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan yang dipersyaratkan perundang-undangan. Persyaratan umumnya antara lain adalah persyaratan hygiene; pencegahan bahaya biologi, kimia dan fisik; pengendalian suhu dengan menjaga rantai dingin; menggunakan material yang tidak korosif. Oleh karenanya kami memiliki system manajemen keamanan pangan yang mencakup Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP), Good Hygiene Practices, Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Sertifikasi yang telah kami peroleh yaitu SKP (SERTIFIKAT KELAYAKAN PENGOLAHAN) dan HACCP dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu perlu juga diperhatikan produk perikanan yang mengandung biotoksin seperti jenis ikan karang yang mengandung toksin ciguatera dan kekerangan yang mengandung toksin hayati misalnya Paralytic Shellfish Poisoning (PSP), Diarethic Shellfish Poisoning (DSP), Amnestic Shellfish Poisoning (ASP), Neurotic Shellfish Poisoning (NSP). Kami juga tidak menggunakan bahan pengawet dan zat kimia yang berbahaya, Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang digunakan adalah BTP yang food grade. Berbicara mengenai kemasan, kami menggunakan kemasan yang steril dengan label yang informasi produknya tertera dengan jelas.

• Benur

Merujuk pada SNI 01-7525-2006, benur adalah benih udang yang berumur 10 hari ~ 15 hari dan mampu beradaptasi dengan lingkungan budidaya. Produk benur yang dihasilkan merupakan benur jenis Vannamei (Litopenus vannamei) yang dihasilkan dari Nauplii berkualitas dengan record Laboratorium kesehatan ikan bebas virus White Spot Syndrom Virus (WSSV) dan Taura Syndrome Virus (TSV). Kualitas benur yang dihasilkan di uji di Laboratorium Balai Benih Udang Galah Pangandaran, Jawa Barat. Proses pembenihan benur dilakukan melalui proses yang sesuai standar Hatchery udang yang terdapat di dalam SNI 01-7252-2006 tentang Benih udang vannamei (Litopenaues vannamei) kelas benih sebar.

• Udang

Produk udang yang dihasilkan adalah udang jenis Vannamei (Litopenaues vannamei) yang banyak mengandung protein dengan 12 jenis asam amino di dalam nya, vitamin B, C, A, D dan E selain itu mengandung berbagai mineral baik makro maupun mikro. Udang dihasilkan melalui proses budidaya sesuai dengan SNI yang berlaku sebagai acuan persyaratan teknis bagaimana mengatur cara budidaya udang vanamei yang baik dengan sistem intensif. Kegiatan budidaya dipantau balai setempat untuk menjaga penyebaran penyakit sehingga budidaya yang dilakukan selalu terkontrol.

• Ikan, Cumi & Gurita

Untuk produk hasil laut, terdapat juga ikan bandeng, ikan tuna, cumi & gurita. Produk kami tersebut dapat disajikan dalam bentuk segar dan beku. Proses distribusi ke pelanggan didukung oleh kemasan dengan kondisi baik sehingga menjaga kualitas produk. Penerapan GMP dan SSOP telah diimplementasikan dalam lini proses pengolahan, sehingga peralatan yang digunakan berada dalam kondisi baik dan bersih. Hal ini digunakan sebagai persyaratan sertifikasi HACCP dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sertifikatnya telah diperoleh. Oleh karenanya dapat digunakan sebagai jaminan bahwa produk yang dihasilkan terbebas dari histamine, logam berat dan bakteri (seperti Salmonella, E. coli dan Coliform) melalui hasil analisa rutin laboratorium yang terakreditasi.

• Telur tetas

Telur adalah bakal dari hewan yang dikelilingi oleh kulit yang dikenal dengan kerabang, dimana kulit ini berfungsi melindungi embrio yang ada didalam. Semua jenis telur memiliki tiga bagian utama yaitu kuning telur, putih telur, dan kerabang telur. Telur tetas merupakan telur yang diperoleh dari ayam betina yang sebelumnya telah dikawini oleh ayam jantan. Prinsip penetasan adalah menyediakan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan embrio unggas agar menetas dengan tanda kerabang telur terbuka atau pecah sehingga anak dapat keluar dan hidup. Kualitas telur tetas yang harus diperhatikan antara lain kerabang telur yang bersih, utuh, halus dan tebal, bentuk telur yaitu bulat telur yaitu tidak terlalu bulat dan tidak terlalu lonjong. Selain itu putih telur/albumen (kekentalan/viskositas, dan ada/tidaknya noda), kuning telur (keutuhan, bentuk, diameter dan ada/tidaknya noda), dan kantung udara (kedalaman, letak, dan bentuk). Kantung udara telur semakin bertambah besar karena adanya penguapan air di dalam telur.

• Anakan ayam

Kuri/DOC (Day Old Chick) adalah anak ayam umur 1 (satu) hari. Persyaratan mutu DOC ayam pedaging antara lain: 1. Berat kuri/DOC per ekor minimal 35 gram. 2. Kondisi fisik sehat, kaki normal, dan dapat berdiri tegak tampak segar dan aktif, tidak dehidrasi, dubur kering tidak basah, tidak ada kelainan bentuk dan tidak cacat fisik. 3. Warna bulu seragam sesuai dengan warna galur (strain) dan kondisi bulu kering. 4. Jaminan kematian kuri/DOC maksimal 2%.

• Telur ayam

Telur konsumsi atau yang lebih dikenal dengan sebutan “telur ayam” merupakan telur ayam yang belum mengalami fortifikasi, pendinginan, pengawetan, dan proses pengeraman. Persyaratan mutu telur ayam ini antara lain adalah persyaratan fisik dan mikrobiologis. Persyaratan mutu fisik yang dipersyaratkan antara lain: • Kondisi kerabang (bentuk, kehalusan, ketebalan, keutuhan, kebersihan) • Kondisi kantung udara (kedalaman kantung udara, kebebasan bergerak) • Kondisi putih telur (kebersihan, kekentalan, indeks) • Kondisi kuning telur (bentuk, posisi, penampakan batas, kebersihan, indeks) • Bau (khas telur). Untuk peryaratan mutu mikrobiologi, berikut persyaratannya beserta dengan batas maksimumnya antara lain: Total Plate Count (1105 cfu/g), Coliform (1102 cfu/g), Escherichia coli (5101 MPN/g), Salmonella sp. (negative/25 g). Produk telur kami telah dilengkapi dengan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang dapat dijadikan bukti tertulis yang sah telah terpenuhinya persyaratan hygiene-sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan. Informasi ini tertera dalam label pada kemasan produk. Kondisi penyimpanan pada telur juga menjadi salah satu hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi umur simpannya. Umur simpan telur konsumsi pada penyimpanan room temperature dengan kelembaban antara 80%-90% adalah maksimum 14 hari setelah ditelurkan. Sedangkan umur simpan telur konsumsi pada penyimpanan suhu 4°C-7°C dengan kelembaban antara 60%-70% adalah maksimum 30 hari setelah ditelurkan.

• Ayam pedaging

Ayam pedaging merupakan salah satu komoditas unggas yang mempunyai peran penting dalam menghasilkan daging untuk mendukung ketersediaan protein hewani yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam budi daya ayam pedaging yang baik kaidah kesehatan hewan antara lain: A.situasi penyakit, B.tindakan pengamanan penyakit, dan C.pelaksanaan biosekuriti.

A. Beberapa penyakit unggas berbahaya yang dapat menimbulkan kerugian antara lain: Avian Influenza (AI), New Castle Disease (ND), Fowl Cholera, Infectious Bursal Disease (IBD/Gumboro), Salmonellosis (S. pullorum; E. enteridis).

B. Tindakan pengamanan penyakit dalam budi daya ayam pedaging yang dilakukan dapat dilakukan dengan beberapa cara: a. Membatasi mobilitas orang, hewan, alat angkut. b. Melakukan desinfeksi terhadap orang, kandang, bahan dan peralatan. c. Menjaga kebersihan dan sanitasi setiap lokasi. d. Melakukan tindakan pemusnahan bangkai ayam. e. Pengamanan dan pengawasan ayam sakit yang terkena penyakit menular. f. Melakukan vaksinasi terhadap ayam pedaging sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang kesehatan hewan. g. Melakukan pengolahan limbah peternakan.

C. Pelaksanaan Biosekuriti dalam budi daya ayam pedaging yang baik pada perusahaan peternakan antara lain sbb: 1. Tata laksana 2. Tindakan desinfeksi dan sanitasi

• Pembiakan sapi

Budi daya sapi potong / sapi pedaging adalah usaha yang dilakukan di suatu tempat tertentu atau pada suatu kawasan budi daya secara berkesinambungan untuk menghasilkan sapi potong, daging dan produk ikutannya. Pola budi daya sapi potong dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu secara intensif, semi intensif, dan ekstensif.

Pola budi daya intensif pada sapi potong adalah dengan cara sapi dikandangkan, kebutuhan pakan dan air minum disediakan penuh dari tahap pemeliharaan pedet. Pola budi daya sapi semi intensif dilakukan dengan cara sapi dikandangkan dan/atau digembalakan serta sumber pakan utama disediakan sebagian dan/atau berasal dari padang penggembalaan. Pola budi daya semi intensif ini hamper sama dengan budi daya intensif, namun dalam penyediaan pakan dan minum tidak sepenuhnya disediakan. Pola budi daya sapi ekstensif dilakukan dengan cara sapi tidak dikandangkan dan sumber pakan utama berasal dari padang penggembalaan (paddock). Di paddock, sapi ditempatkan dalam satu kelompok umur dan jenis kelamin yang sama. Tahapan pada pola budi daya sapi ada pada:

1. Pemeliharaan pedet.

2. Pemeliharaan pedet lepas sapih.

3. Pemeliharaan sapi dara.

4. Pemeliharaan induk bunting.

5. Pemeliharaan penggemukan.

Perkawinan pada ketiga pola budi daya tersebut dapat dilakukan dengan cara kawin alan dan/atau Inseminasi Buatan (IB). Dalam pelaksanaan perkawinan, hindari terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding). Dilakukan juga pencataan dalam usaha budi daya sapi yang meliputi antara lain sebagai berikut:

1. Nama rumpun.

2. Asal dan tanggal pemasukan.

3. Identitas ternak.

4. Jenis kelamin.

5. Tanggal lahir/umur.

6. Perkawinan.

7. Kelahiran.

8. Bobot badan.

9. Jenis dan jumlah pemberian pakan.

10. Pelayanan kesehatan hewan.

11. Mutasi.

Untuk penggemukan dilakukan penimbangan bobot badan awal dan akhir penggemukan. Sapi hasil pengembangbiakan dipertimbangkan sebagai calon bibit. Dalam usaha budi daya sapi potong harus memperhatikan persyaratan kesehatan hewan meliputi situasi penyakit hewan dan pencegahan penyakit hewan (tindakan pengebalan, pengoptimalan kebugaran hewan dan biosecurity).

• Sapi pedaging

Sapi potong untuk usaha penggemukan harus memenuhi persyaratan antara lain: a. sehat dan bebas penyakit hewan menular yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter hewan yang berwenang. b. Dapat berasal dari sapi lokal atau impor yang merupakan rumpun/galur murni atau persilangan. c. Jantan umur 2-3 tahun. Pakan untuk sapi pedaging juga harus diperhatikan yang dapat dilihat lebih jelas pada sub bab pakan sapi.

• Susu sapi

Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta dalam menjaga kesehatan. Susu sapi segar adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat yang bersih, yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun kecuali pendinginan.

Susu bersifat mudah rusak (perishable food) sehingga untuk menjaminnya terdapat persyaratan mutu susu segar berdasarkan SNI antara lain sebagai berikut. Selain itu juga terdapat sertifikat Nomor Kontrol Veteriner sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan hygiene-sanitasi sebagi kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan..

• Daging ayam

Daging ayam saat ini merupakan pilihan makanan yang sangat digemari di seluruh kalangan masyarakat. Daging ayam berfungsi sebagai asupan gizi yang baik jika memiliki kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal). Kualitas dan kesegaran daging ayam yang dihasilkan dijaga antara lain dengan cara mempertahankan rantai dingin saat proses produksi, sehingga produk yang kami hasilkan segar dan aman. Untuk mempertahankan kualitas produk, digunakan teknik pembekuan cepat (Air Blast Freezer) sehingga kualitas yang dihasilkan seperti produk segar. Kami juga menghasilkan produk segar yang dapat langsung dimasak dengan tetap menjaga suhu produk dibawah 5°C. Teknik pembekuan cepat dan penjagaan rantai dingin dapat mempertahankan umur simpan produk tanpa harus menggunakan bahan kimia berbahaya (misal formalin) seperti yang sedang diberitakan akhir-akhir ini. Untuk itu, dilakukanlah secara rutin pengujian laboraturium terhadap formalin untuk memastikan kepada konsumen bahwa produk aman dari bahan tersebut untuk dikonsumsi. Implemantasi sistem GMP (Good Manufacturing Practice) dan HACCP (Hazzard Analysis Critical Control Point) yang dilakukan bertujuan menjaga keamanan pangan pada produk di seluruh rantai produksi. Sistem pemeliharaan yang baik dari kualitas produk kami dibuktikan juga dengan diperolehnya sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner) dari Kesmavet Dinas Peternakan, HACCP, dan Halal dari LPPOM MUI.

• Daging sapi

Daging sapi adalah bagian otot skeletal dari karkas sapi yang aman, layak dan lazim dikonsumsi oleh manusia, dapat berupa daging segar, daging segar dingin, atau daging beku. Pengujian mutu fisik daging dilakukan secara organoleptik dengan menggunakan indra penglihatan terhadap penampilan fisik otot dan lemak. Nilai penampakan fisik daging dan lemak selanjutnya dilakukan menggunakan alat bantu stndar mutu. Tingkatan mutu daging sapi yang dievaluasi secara fisik dapat diringkas yaitu sebagai berikut.

Sedangkan persyaratan mutu mikrobiologis daging sapi antara lain sebagai berikut.

Mengenai pengemasan, produk kami dikemas dalam kemasan yang aman, serta tidak mengakibatkan penyimpangan/kerusakan produk selama penyimpanan dan pengangkutan.

• Pakan ayam

Pemberian pakan untuk ayam pedaging disesuaikan dengan jumlah dan kebutuhan nutrisi berdasarkan umur atau periode pertumbuhan. Mutu pakan ayam pedaging harus memenuhi SNI sebagai berikut:

• Olahan Ayam dan sapi

Produk olahan ayam dan sapi yang dihasilkan berasal dari daging sapi dan daging ayam berkualitas baik dan menggunakan bahan baku lainnya yang berkualitas baik pula. Perusahaan kami telah memperoleh Food Management System Certification ISO 22000. Oleh karenanya menjamin proses produksi yang baik untuk menghasilkan produk dengan kualitas baik.

• Olahan minuman

Terdapat berbagai macam jenis produk olahan minuman yang disediakan di Bohan antara lain minuman jus rasa buah (brand:Hei-Jui), minuman teh dengan berbagai rasa (), minuman kopi (), dan minuman penambah stamina tubuh (). Keunggulan yang dimiliki produk olahan minuman yang kami produksi yaitu antara lain sudah terdaftar di Badan POM dan proses produksi dilakukan dengan penerapan GMP & system HACCP.

• Olahan susu

Produk olahan susu yang disediakan anatara lain adalah susu UHT, susu pasteurisasi, dan yoghurt drink. Susu UHT adalah produk susu yang diperoleh dari susu segar, dan atau susu rekonstitusi, dan atau susu rekombinasi dengan cara memanaskan pada kondisi Ultra High Temperature, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan , bahan tambahan pangan yan diijinkan, serta dikemas secara aseptic untuk mencapai sterilitas komersial. Proses UHT bertujuan membunuh bakteri patogen dan bakteri pembusuk. Salah satu bakteri pathogen adalah Salmonella sp., sedangkan bakteri pembusuk seperti kelompok bacillus sp. Kondisi Ultra High Temperature yang dimaksud adalah dengan memanaskan selama 2-3 detik di suhu 135°C-150°C dan segera didinginkan sampai 4°C-5°C. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Kelebihan produk susu dengan teknik Ultra High Temperature (UHT) antara lain: o Aman untuk dikonsumsi, karena telah bebas dari mikroba pembusuk dan mikroba penyebab penyakit. o Memiliki warna, rasa dan penampakan yang mirip susu sapi segar. o Susu memiliki umur simpan yang lama pada suhu ruang tanpa bahan pengawet. o Sangat praktis untuk dikonsumsi dan tidak membutuhkan kulkas. o Mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal.

Susu pasteurisasi adalah susu segar, susu rekonstitusi, susu rekombinasi yang telah mengalami proses pemanasan pada temperature 63°C – 66°C selama minimum 30 menit (pasteurisasi sederhana/ LTLT= Low Temperature Long Time) atau pada pemanasan 72°C selama minimum 15 detik (HTST=High Temperature Short Time), kemudian segera didinginkan sampai 10°C dan selanjutnya diperlakukan secara aseptis dan disimpan pada suhu maksimum 4.4°C. Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari fermentasi susu dan atau susu rekonstitusi dengan menggunakan bakteri Lacobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dan atau bakteri asam laktat lain yang sesuai, dengan/atau tanpa penambahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Produk olahan susu yang diproduksi dianalisis mikrobiologi, organoleptic, dan kimianya secara rutin. Hal ini dilakukan oleh laboratorium eksternal yang telah terakreditasi KAN sehingga hasil yang diperoleh valid.

• Layanan catering

Tersedia juga pelayanan catering bagi perusahaan. Selain memiliki sertifikat ISO 22000 dalam menjamin mutu pangan yang dihasilkan, produk kami juga telah disertifikasi Halal dari LPPOM MUI sehingga terjaga status kehalalannya.

• Pergudangan

Warehouse yang kami miliki terdiri dari warehouse freezer, chiller, dan dry goods. Warehouse kami dapat menampung () ton produk. Proses penanganan produk dilakukan dengan menerapkan Good Handling Practices dan Good Distribution Practices sehingga kualitas awal produk terjaga sampai diterima konsumen akhir. Saat ini kami sedang dalam proses menuju sertifikasi ISO22000 dan akan terus melakukan perbaikan secara berkesinambungan.

• Penjualan & Distribusi

Kami melakukan penjualan produk-produk dari masing-masing anak perusahaan agar produk baik yang dihasilkan dapat diperoleh oleh masyarakat luas. Di lingkup nasional, produk kami didistribusikan ke traditional market dan modern market. Selain dalam negeri penjualan produk kami juga telah merambah penjualan luar negeri salah satunya adalah negara Jepang.